Salah satu Indikator perkembangan suatu negara salah satunya dapat dilihat dari tingkat pembangunan Infrastruktur yang terkait erat dengan kualitas hasil dari produk pembangunan tersebut yang, kualitas infrastruktur yang baik merupakan pondasi utama dalam menopang roda perekonomian nasional disamping itu pula kualitas infrastruktur merupakan cermin sumberdaya Negara,  kualitas indfrastruktur yang baik dihasilkan dari sumber daya manusia yang handal dan kompetitif untuk itulah perlunya pengembangan SDM sebagai motor utama penggerak pembangunan melalui kompetensinya dalam bidang konstruksi, dimana konstruksi sendiri meruapakan kegiatan atau elemen penting dalam membangun suatu infrastruktur untuk menghasil hasil dan kualitas yang sempurna.

Pasar konstruksi dan sektor bahan bangunan Indonesia telah berkembang secara signifikan, didorong oleh pesatnya pertumbuhan pasar properti/real estate dalam negeri, peningkatan investasi swasta dan belanja pemerintah; Konstribusi sektor konstruksi terhadap produk domestik bruto (PDB) tanah air telah tumbuh dari sekitar 7,07% di tahun 2009 menjadi 13% pada 2014 dan telah mendorong pertumbuhan industri bahan bangunan dan konstruksi Indonesia.

Pasar konstruksi diproyeksikan tumbuh sebesar 14,26% mencapai Rp 446 triliun pada tahun 2017 dan akan menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan berkat percepatan rencana pembangunan infrastruktur pemerintah. Sektor konstruksi memiliki peranan penting dalam perekonomian negara karena mempengaruhi sebagian besar sektor perekonomian negara dan merupakan kontributor penting bagi proses pembangunan infrastruktur yang menyediakan fondasi fisik di mana upaya pembangunan dan peningkatan standar kehidupan dapat terwujud. Oleh karena itu, seiring dengan persiapan sektor konstruksi menuju perkembangan lebih lanjut, kebutuhan akan kanal yang dapat mewadahi berbagai peluang bisnis pun meningkat. Tahun ini, pemerintah Indonesia menargetkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5.8% dengan sektor infrastruktur sebagai faktor pendorong utama.

Sebagai langkah antisipatif dari diberlakukanya MEA yang sudah berjalan hal ini tentunya tidak bisa dianggap remeh keberadaan tenaga ahli konstruksi dari negara tetangga yang tidak menuntup kemungkinan untuk terjun dan bersaing dengan tenaga ahli konstruksi dalam negeri, untuk itulah penigkatan skill, keahlian, dan kompetensi seorang tenaga ahli konstruksi harus benar-benar menjadi perhatian utama bagi tenaga ahli konstruksi Nasional, jika tidak maka tenaga ahli konstruksi dalam negeri akan kalah bersaing dengan tenaga ahli – tenaga ahli konstruksi negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *